ANALISIS DISPARITAS PENDAPATAN ANTAR DAERAH DI PROVINSI ACEH DENGAN PENDEKATAN INDEKS KETIMPANGAN WILLIAMSON PERIODE TAHUN 2008-2011

Hakim Muttaqim

Sari


ABSTRAK

 

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis disparitas pendapatan antar daerah di provinsi Aceh menggunakan pendekatan indeks ketimpangan williamson pada periode tahun 2008-2011 yang datanya diperoleh dari data sekunder yaitu data realisasi pendapatan daerah setiap kabupaten yang diperoleh dari Badan Perencanaan Pembangunan daerah (BAPPEDA) dan Badan Pusat Statistik (BPS). Hasil Penelelitian diperoleh tingkat disparitas pendapatan terendah secara rata-rata maka Kabupaten Simeulu dan Aceh Singkil dengan indeks wiliamson sebesar 0,2248 dan 0,3564. Tingkat disparitas pendapatan tertingi dalam wilayah Provinsi Aceh secara rata-rata adalah Aceh Besar dan Aceh Utara dengan indeks Williamson sebesar 0,5869 dan 0,5723.

 

Kata kunci : Disparitas Pendapatan dan Indeks Ketimpangan Williamson

 


Pendahuluan

 

Pembangunan ekonomi pada umumnya akan mengalami suatu dilema antara kepentingan perkembangan ekonomi dan pemerataan. Perkembangan ekonomi akan menghasilkan output nasional yang akan dinikmati oleh warga negara. Pembagian output nasional yang dihasilkan laju pertumbuhan ekonomi yang merata dapat dicapai apabila pembangunan output nasional atau hasil pembangunan ini tidak merata, hanya dinikmati oleh sebagian warga negara maka terjadi kesenjangan dalam pembagian pendapatan antar warga negara, kesenjangan ini pada gilirannya akan sangat rentan menimbulkan kecemburuan sosial yang pada akhirnya bisa menimbulkan gejolak atau konflik nasional.

Pembangunan Ekonomi daerah adalah suatu proses di mana pemerintah daerah dan masyarakat mengelola setiap sumber daya yang ada. Setiap  upaya pembangunan ekonomi daerah mempunyai tujuan utama untuk meningkatkan jumlah dan peluang kerja untuk masyarakat daerah. Apabila pemerataan pembangunan daerah dapat diwujudkan maka akan mempertinggi pendapatan masyarakat yang  penghasilannya  rendah dan menciptakan banyak lapangan pekerjaan sehingga dapat merangsang perekonomian suatu daerah.

 

Disparitas Pendapatan

 

Disparitas pendapatan merupakan hal yang wajar dalam konsep pembangunan nasional. Pada tahap awal pembangunan ekonomi nasional, perbedaan laju pertumbuhan regional yang cukup besar antar provinsi di Indonesia telah mengakibatkan disparitas dalam distribusi pendapatan antar Provinsi. Peningkatan pendapatan perkapita memang menunjukkan tingkat kemajuan perekonomian suatu daerah

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Daftar Pustaka

Adelma. Irma. (2007). Pertumbuhan Ekonomi Negara Berkembang. Jakarta. Balai Pustaka

Ikhsan. Maqim. (2005). Analisis Disparitas Pendapatan Antar Daerah di Jawa Barat. Jurnal Ekonomi.Volume VIII. Jakarta. Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia

Kuncoro. Mudrajad, (2004). Teori Pembangunan Ekonomi. Jakarta; Balai Pustaka

Safrizal, (2008). Ekonomi Regional, Teori dan Aplikasi. Padang. Baduose Media

Soelistyaningsih (2007). Pembangunan Ekonomi Edisi Kesembilan (Alih Bahasa oleh Haris Munandar dan Puji A.L.). Jakarta: Erlangga.

Tambunan. Tulus T.H. (2000). Transformasi Ekonomi di Indonesia : Teori dan Penemuan Empiris, Jakarta. Penerbit Salemba Empat.

Williamson (2005). Ekonomi Publik Untuk Keuangan dan Pembangunan Daerah. Edisi Pertama. Yogyakarta. ANDI

Wijaya, (2009). Pertumbuhan Ekonomi, Jakarta. Rineka Cipta.


Refbacks

  • »
  • »