APLIKASI PUPUK HAYATI BIOBOOST PADA BERBAGAI KONSENTRASI DAN INTERVAL WAKTU PEMBERIAN TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN JAGUNG MANIS

Ahmad Washfi Kamal, Nanda Mayani, Ainun Marliah

Sari


ABSTRAK

Konsentrasi dan interval pemberian pupuk hayati Bioboost merupakan faktor penting dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh konsentrasi dan interval pemberian pupuk hayati Bioboost terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial dengan 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor pertama adalah Konsentasi pupuk hayati Bioboost (K) terdiri atas tiga taraf yaitu K0: Kontrol; K1= 20 cc/L; K2: 40 cc/L; K3: 40 cc/L. Faktor kedua adalah interval pemberian pupuk hayati Bioboost (P) terdiri dari tiga taraf yaitu P1: 15 hari sekali; P2: 30 hari sekali; P3: 45 hari sekali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk hayati Bioboost pada parameter pertumbuhan berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman 15 HST diameter batang umur 30 HST, berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman 45 HST diameter batang 45 HST dan berpengaruh tidak nyata pada tinggi tanaman 30 HST diameter batang 15 HST. Pada fase vegetatif diperoleh konsentrasi terbaik pada perlakuan 60 cc/L air.

Kata kunci:  pupuk hayati, bioboost, interval pemberian, mikroorganisme


Teks Lengkap:

PDF

Referensi


REFERENSI

Asroh, A. 2010. Pengaruh Takaran Pupuk Kandang dan Interval Pemberian Pupuk Hayati terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Jagung Manis (Zea Mays saccharata Linn). Agronobis:2 (4) 1-6.

Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian. 2006. Organic Fertilizer and Biodertilizer. Jawa Barat.

Budianta, E. 2004. Organik Terpadu. Majalah Trubus 413:144. Jakarta: Yayasan Sosial Tani Membangun.

Hindersah, R., Simarmata, T. 2004. Potensi Rizobakteri Azotobacter dalam Meningkatkan Kesehatan Tanah. J. Natur Indonesia 5 (2) : 127-133.

Ispandi, A., Munip, A. 2004. The Effectivity of pk Fertilizers and Frequncy of KCl Application on Increasing of Nutrients Absorbtion by Plant and Peanut Production in Alfisol Upland. Ilmu Pertanian: 11 (2) 11-24.

Lingga, P., Marsono. 2000. Petunjuk Penggunaan Pupuk. Jakarta: Penebar Swadaya.

Manhuttu, A. P., Rehatta, E., Kailola, J. J. G. 2014. Pengaruh Konsentrasi Pupuk Hayati Bioboost terhadap Peningkatan Produksi Tanaman Selada (Lactuca sativa. L). Agrologia: 3 (1) 18-27.

Pujisiswanto, Pangaribuan. 2008. Pengaruh Dosis Kompos Pupuk Kandang Sapi terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tomat. Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi II:17-18.

Rizqiani, N. F., Ambarawi, E., Yuwono, N. W. 2006. Pengaruh Dosis dan Frekuensi Pemberian Pupuk Organik Cair terhadap Pertumbuhan dan Hasil Buncis (Phaseolus vulgaris L) Dataran Rendah. Ilmu Pertanian: 13 (2) 163-178.

Suryaningsih. 2008. Pengaruh Mikroorganisme Pelarut Fosfat dan Pupuk terhadap Tersedia, Aktivitas Fosfatase, Populasi Mikroorganisme Pelarut Fosfat, Konsentrasi Tanaman dan Hasil Padi Gogo (Oryza sativa L.) pada ultisols. Agrikultura: 20 (3) 27-29.

Sutejo, M.M., A.G. Kartasapoetra. 1995. Pupuk dan Cara Pemupukan. Jakarta: Rineka Cipta.

Syukur, Rifianto. 2013. Jagung Manis. Jakarta: Penebar Swadaya.

Wididana, G. N., T. Higa. 1993. Penuntun Bercocok Tanam Padi dengan Teknologi EM-4. Jakarta: Songgolangit Persada.

Yanti, F., K. Hariyono., I. Sadiman. 2015. Aplikasi Konsorsium Bakteri Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Pada Beberapa Varietas Padi. Berkala Ilmiah Pertanian. 1 (1) 1-5.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.