EXISTENSI SOLIDARITAS DALAM ISLAM “SUATU KENISCAYAAN”

Syarkawi .

Sari


ABSTRAK                                                                         

Umat Islam tidak tegak kokoh, kecuali atas pondasi persa­tuan dan solidaritas di kalangan anggotanya dalam menghadapi kehidupan ini, saling membahu dalam memikul beban­ dan tanggungjawabnya, saling menopang menghadapi krisis dan problematika. Sesungguhnya ukhuwah itu bertumpu pada hubungan antar individunya yang menjadi satu eksistensi dan melangkah bersama dalam medan kehidupan secara gotong-ro­yong. Hal itu akan melindungi umat tersebut dari kesia­-siaan dan kehinaan. Minimal ada dua aspek solidaritas Islam sebagai ciri pembedanya dari semua sistem yang ada, yaitu solidaritas spiritual­ dan solidaritas material. Islam memberikan perhatiannya untuk menebar pilar solidaritas moral spiritual di tengah masyarakat. Ia merupakan landasan utama bagi solidaritas material dan melanggengkannya yang menjadikan individu di dalam masyarakat itu bagaikan satu raga yang merasakan apa yang dirasakan oleh bagian raga lainnya dan dalam menghadapi kehidupan mereka memiliki sikap yang sama. Hal itu digambarkan oleh firman Allah SWT "Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan sebagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebagi­an yang lain." (At-Taubah: 71). Justru itu, mereka adalah rekan sejawat dalam menjalani kehidupan, tidak saling menghalangi dan membelakangi serta tidak berlepas diri dari apa yang dialami oleh sebagian lainnya. Itulah tujuan dari perum­pamaan hubungan di antara kaum Muslimin itu dengan hubungan antar anggota badan yang satu, seperti disabdakan oleh Ra­sulullah saw “Perumpamaan kaum mukmin dalam hal saling cinta dan saling kasih-mengasihi di antara mereka itu adalah bagaikan satu jasad yang apabila salah satu dari anggo­tanya mengalami keluhan penyakit, maka seluruh anggo­ta badannya akan turut mengalaminya dengan tidak da­pat tidur dan demam." (HR. Bukhari). Dan inilah yang menjadi tujuan diarahkannya seluruh masyarakat untuk menggalang solidaritas sesama mereka, yaitu agar mempertajam sensitifitas, saling bahu-membahu me­nyatakan perasaan-perasaan mereka dan saling mendukung satu sama lain. Semuanya berusaha mencapai satu tujuan, yaitu me­realisasikan kebahagiaan di dunia dan di akhirat.

Kata kunci: Existensi, Solidaritas Islam, Solidaritas Spiritual dan Solidaritas Material.


PENDAHULUAN

 

Solidaritas Spiritual

 

     Solidaritas spiritual dalam Islam adalah setiap individu yang terikat dengan pilarar ‘aqidah bathiniah aantar sesama sehing­ga berjalan secara serasi dalam segala aspeknya dan serupa da­lam segala pandangannya, bekerja sama dalam memikul tang­gungjawab dan mengatasi segala beban kehidupan. Hal itu sebagai mana digambarkan oleh sabda Nabi SAW: "Kaum Muslimin itu sama nilai darahnya, berusaha me­nanggung beban orang yang lebih rendah dan mereka menjadi perpanjangan tangan saudara mereka yang lainnva." (HR. Abu Dawud).

Maksudnya, tidak ada yang keluar dari ikatan itu dan jangan ada seorang pun yang menyimpang­ di antara mereka dan pandangannya yang lurus dan selamat. Jangan pula ada sebahagian orang yang meninggalkan apa yang diusahakan oleh sebagian lainnya. Hendaknya bersatu dalam meng­hadapi musuh, bagaikan satu orang yang tengah menghadapi musuhnya. Tidak ada tempat bagi pengkhianatan atau perse­kongkolan dengan musuh. Allah SWT berfir­man: "Dan taatlah kepada Allah dan Rasu-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadl gentar dan hilang kekuatan­mu, dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-­orang yang sabar. " (Al-Anfal: 46). Dan Rasulullah saw bersabda: "Siapa-siapa yang ingin mencerai-beraikan umat ini sedangkan mereka berada dalam persatuan maka tebaslah lehernya dengan pedang, bagaimana pun jadi­nya." (HR. Muslim).


Teks Lengkap:

PDF

Referensi


DAFTAR PUSTAKA

Al-Quran Al- Karim

AL-Baghdadi, Abdurrahman: Sistem Pendidikan di Masa Khalifah Islam, Penerbit Al-Izzah Pres, 1996

Al-Qaradhawi, Yusuf, Dr: Bagaimana Berinteraksi dengan Al, Qur’an, Penterjermah Kathur Suhardi, Penerbit Pustaka Al-Kautsar

Armas, Adnin, MA.: Pengaruh Kristen – Orientalis Terhadap Islam Liberal; Cetakan II, Penerbit Gema Insani, Jakarta, 2004

Ath- Thallah, Muhammad Mustafa; Pribadi Muslim Tangguh, Penterjemah : Marsumi Sasaky, Cetakan kedua, Penerbit Pustaka Al-Kautsar, Jakarta Timur, 2000

Az-Zuhairi, Prof. Dr. : Al-Quran Menjawab Tantangan Zaman, Penerbit Buku Islam.

Ibrahim, Muslim, Prof, Dr. Tgk. H., MA.; Pendidikan Perubahan Pola Pikir, (Makalah Seminar Pendidikan)

Qardawi, Yusuf; Hakikat At- Tauhid, Damascus, Al-Mahtab Al- Islami, 1986

Rasyid,Daud, Dr., MA.; Melawan Sekularisme, Usamah Prerss, Cet II, 2009.

Thalhah, Muhammad Mushthafa: Rekonstruksi Pemikiran Menuju Gerakan Islam Modern, Penterjemah; Salafuddin Abu Syyid dan Jasiman, Lc; Cetakan IS, Penerbit Era Intermedia, 2000


Refbacks

  • »