KONSELING DAN DUKUNGAN SUAMI DENGAN MINAT IBU DALAM PEMAKAIAN KONTRASEPSI IMPLAN

Zulfa Hanum dan Irwani Saputri

Sari


ABSTRAK

Terdapat beberapa alasan wanita usia subur tidak menggunakan alat kontrasepsi antara lain alasan fertilitas, masalah kesehatan, efek samping KB, pasangan menolak untuk ikut KB dan kondisi sosial ekonomi. Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Aceh tahun 2012 menunjukkan angka pengguna Implant masih sangat rendah yaitu sebanyak 15.422 jiwa (2,53 %). Jumlah Akseptor KB di Peusangan Selatan 1307 jiwa, yang mengikuti program keluarga berencana sebagai peserta KB baru dengan pemakaian IUD sebanyak 31 jiwa, implant sebanyak 12 jiwa, suntik sebanyak 1069 jiwa, pil sebanyak 77, kondom sebanyak 13 jiwa. Penelitian ini bersifat analitik dengan desain crossectional Study ini dilakukan pada bulan Agustus tahun 2013 di Wilayah Kerja Puskesmas Peusangan Seulatan Kabupaten Bireuen dengan jumlah populasi 1307 orang. Pengambilan sampel secara multistage random sampling, dengan jumlah sampel 93 orang dengan menggunakan kuesioner penelitian terdiri dari  15 pertanyaan konseling, 8 pertanyaan dukungan suami , dan 1 pertanyaan untuk minat. Analisa dan pengolahan data menggunakan komputer dengan program SPSS. Ada hubungan antara konseling dan dukungan suami terhadap minat akseptor KB menggunakan imlant. Diharapkan kepada Puskesmas Peusangan Seulatan untuk terus memberikan informasi sehingga akan meningkatkan pengguna kontrasepsi Implant. Pengambil kebijakan di Puskesmas Peusangan Seulatan, diharapkan untuk memikirkan cara atau penyampaian konseling yang baik dan benar mengenai implant sehingga akseptor KB tidak merasa cemas setelah mendapatkan konseling dari tenaga kesehatan.

Kata Kunci: Minat, Konseling dan Dukungan Suami


PENDAHULUAN

 

Paradigma baru program Keluarga Berencana (KB) Nasional telah diubah visinya dari mewujudkan NKKBS menjadi visi untuk mewujudkan “keluarga berkualitas tahun 2015”. Dalam paradigma baru program keluarga berencana ini, misinya sangat menekankan pentingnya upaya menghormati hak-hak reproduksi, sebagai upaya integral dalam menigkatkan kualitas keluarga. Berdasarkan visi misi tersebut, program keluarga berencana nasional mempunyai kontribusi penting dalam upaya meningkatkan kualitas penduduk. Kontribusi program keluarga berencana nasional tersebut dapat dilihat pada pelaksanaan program making pragnency Safer. Untuk mewujudkan program kunci tersebut, Keluarga berencana merupakan upaya pelaksanaan kesehatan preventif yang paling dasar dan utama.

Banyak negara diberbagai belahan dunia telah berkomitmen secara serius dalam menggapai target Millenium Development Goals (MDGs), termasuk negara Indonesia sampai batas waktu tahun 2015. Program KB Nasional telah memiliki visi dan misi terbaru yang tertuang dalam RPJMN (Rencana Pembangunan Jangka Menengah) tahun 2010-2014, yaitu dengan visi Penduduk tumbuh seimbang 2015 dan Misinya Mewujudkan Pembangunan yang berwawasan  kependudukan serta Mewujudkan Kelurga Kecil Bahagia Sejahtera.


Teks Lengkap:

PDF

Referensi


DAFTAR PUSTAKA

Budiarto, 2006. Biostatistika Untuk Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat. Buku Kedokteran EGC. Jakarta.

Darmayanti, 2009. Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana.

Fitriani,dkk, 2011. Perbedaan Pengetahuan Sebelum dan Sesudah Penyuluhan Tentang Kontrasepsi Implan. http://www.jurnal.unimus.ad.id (dikutip tanggal 21 Januari 2013)

Kusumaningsih dan Palarto, 2008. Faktor-faktor yang mempengaruhi jenis kontrasepsi yang digunakan pada pasangan usia subur.http://www.usu.ac.id(dikutip tanggal 15-2-2013)

Manuaba, C, 2010. Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan dan KB Untuk Bidan. EGC. Jakarta.

Mujihartinah, 2009. Hubungan konseling keluarga berencana dengan kelangsungan penggunaan kontrasepsi implant diwilayah kota tanjung pinang. http://www.unpad.ac.id(dikutip tanggal 15-2-2013)

Muryanta, 2013. Faktor Yang Menyebabkan Rendahnya Akseptor AKBK Pada Akseptor Usia Subur di Desa Demangan Kecamatan Sambi Kabupaten Boyolali. http://www.google.co.id (di kutip tanggal 29 Maret 2013).

Notoatmodjo, S, 2007. Metodelogi Penelitian Kesehatan. Rineka Cipta. Jakarta.

Profil BKKBN, 2012. Profil Hasil Pendataan Keluarga Provinsi Aceh Tahun 2012. BKKBN.

Saifuddin, AB, 2008. Buku Panduan Praktis Pelayanan Kontrasepsi. Yayasan Bina Pustaka Sarwono. Jakarta.

SDKI, 2007. Keluarga Berencana Indonesia. http://www.bkkbn.com (dikutip tanggal 30 Maret 2013)


Refbacks

  • »
  • »
  • »
  • »
  • »
  • »