PENSTREOTIPAN GENDER DALAM BAHASA INDONESIA DAN PENGARUH PERUBAHAN BUDAYA PADA SISWA SMP

Cut Lolya Firdha

Sari


ABSTRAK

Stereotip perempuan yang terungkap dalam bahasa Indonesia merupakan wujud adanya kekuasaan laki-laki atas perempuan dalam masyarakat penganut ideologi patriarki. Kekuasaan selalu berada di pihak laki-laki dan kaum perempuan selalu berada di bawah kekuasaannya. Hal ini berkaitan dengan faktor sejarah, kultural, dan sosial. Masalah yang diteliti dalam penelitian ini adalah kelas kata yang menstereotipkan perempuan dalam bahasa Indonesia, adanya pengaruh budaya pada penstereotipan perempuan dalam bahasa Indonesia,faktor sosial yang Kelas nomina bidan, peragawati, dsb. Kelas Adjektiva lembut, luwes, penurut, dsb. Pengaruh perubahan budaya disebabkan oleh beberapa faktor antara lain melalui hobi, profesi, tuntutan ekonomi, serta bakat yang dimiliki menjadi penyebab tidak hanya semua pekerjaan perempuan dikuasai oleh perempuan tetapi laki-laki dapat melakukan pekerjaan perempuan demikian sebaliknya saat ini perempuan pun dapat melakukan pekerjaan laki-laki. Beberapa pengaruh faktor sosial dalam penstereotipan perempuan adalah jenis kelamin, pendidikan, dan  pekerjaan. Penyebab terjadinya penstereotipan perempuan adalah faktor sosial, faktor kultural, faktor agama. Dari ketiga faktor tersebut dapat disimpulkan bahwa faktor yang paling signifikan dalam membangun stereotip perempuan dalam bahasa Indonesia adalah faktor pendidikan, karena pendidikan menunjukan bahwa semakin tinggi pendidikan penutur bahasa  maka akan semakin sadar jender yang memberi persepsi netral.

Kata Kunci: Penstreotipan Gender


PENDAHULUAN

Perbedaan secara biologis laki-laki dan perempuan dapat dilihat dari ciri yang melekat pada masing-masing jenis kelamin. Perbedaan keduanya merupakan ketentuan Tuhan Yang Maha Esa atau yang disebut dengan kodrat. Menurut kodratnya laki-laki dibekali fisik yang kuat dan lebih besar oleh karena itu pekerjaan laki-laki lebih berat dibanding perempuan, sedangkan perempuan dibekali fisik yang lemah sesuai kodratnya perempuan memiliki tanggung jawab untuk mengandung, melahirkan, dan menyusui. Perbedaan secara biologis mempermudah kita membedakan jenis kelamin masing-masing. Hal tersebut dikemukakan oleh Mansour Fakih

Hal tersebut secara biologis melekat pada manusia  yang berjenis kelamin perempuan maupun laki –laki. Artinya bahwa secara biologis alat-alat tersebut tidak bisa dipertukarkan antara alat biologis yang melekat pada manusia laki-laki dan perempuan. Secara permanen tidak berubah dan merupakan ketentuan biologis atau sering dikatakan sebagai kodrat (ketentuan Tuhan).


Teks Lengkap:

PDF

Referensi


DAFTAR PUSTAKA

Ali, Fachry. 1998. “Wanita di bawah Laki-laki Rekonstruksi Posisi Kartini, Ratu Kidul, dan Kalinyamat” dalam Wanita dan Media: Konstruksi Ideologi Gender dalam Ruang Publik Orde Baru. Idi Subandi Ibrahim dan Hanif Suranto. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Ari Purnami, Sita. 1998. “Penampilan Perempuan dalam Gambar Hidup Cermin Dominasi Cara Pandang Patriarki” dalam Wanita dan Media: Konstruksi Ideologi Gender dalam Ruang Publik Orde Baru. Idi Subandi Ibrahim dan Hanif Suranto. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Darwin, Muhadjir dan Tukiran (ed). 2002. Menggugat Budaya Patriarki. Yogyakarta: PPK Universitas Gadjah Mada-Ford Foundation.

Darmojuwono, Setiawati. 1992. “Sikap Berbahasa Pria dan Wanita Berkaitan dengan Tingkat Pendidikan dalam Lembaran Sastra.” Depok: Fakultas Sastra Universitas Indonesia.

Darjowidjojo, Soenjono. 2003. “Nasib Waniita” dalam Cerminan Bahasa. Yayasan Obor Indonesia.

Fakih, Mansoer. 2001. Analisis Gender dan Transformasi Sosial. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Intanirian, Annisa dkk. 2007. “Identitas dan Peran Gender”. Semarang: Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro.

Kamus Besar Bahasa Indonesia. 1988. Jakarta: Depdikbud RI.

Kridalaksana, Harimurti. 1983. Kamus Linguistik. Jakarta: PT. Gramedia.

---------------------------- 1990. Kelas Kata dalam Bahasa Indonesia. Jakarta: PT. Gramedia.

Lips, Hilary, M. 1988. Sex and Gender. Library Of Congress Cataloging in Publication Data. California: Mountain View.

Moeliono, Anton M. 1997. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Muhadjir dan Suhardi Basuki. 1990. Bilingualisme dan Variasi Bahasa. Depok: Fakultas Sastra Universitas Indonesia.

Nasikun. 1998. “Tantangan Kaum Perempuan di Era Global Awal Milenium ke III”. Yogyakarta: Pusat Penelitian Kependudukan Universitas Gadjah Mada.

Noerhadi, Toeti Heraty. 1998. “Dalam Bahasa, Wanita pun Tersudut” dalam Wanita dan Media: Konstruksi Ideologi Gender daLam Ruang Publik Orde Baru. Idi Subandi Ibrahim dan Hanif Suranto. Bandung: Remaja Rosdakarya

Nugroho, Riant. 2008. Gender dan Strategi Pengarusutamaannya di Indonesia. Pustaka Pelajar: Yogyakarta

Siregar, Marida Graha dkk. 2006. Bahasa Indonesia dalam Perspektif Gender. Jakarta: Pusat Bahasa.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.