KANDUNGAN LOGAM BERAT PADA AIR DAN TIRAM SEDIMEN DI MUARA SUNGAI LOSKALA KOTA LHOKSEUMAWE PROVINSI ACEH

Irfan Emersida

Sari


ABSTRACT

Analysis of heavy metals content Pb, Cu and Zn in sea water and sediment in Loskala River Estuary has been conducted from July – August 2013. Samples of sea water and sediment were taken from five stations with three replicates at each station. Heavy metals content analysis was carried out in the KLH Pekanbaru Laboratory by using an Atomic Absorption Spectrophotometry Shimadzu AA-7000. The results showed that average haeavy metals content in sea waters were 0.077 µg/L (Pb), 0.045 µg/L (Cu) ), 0.125 µg/L (Zn) and in sediment were 14.668 µg/g (Pb), 20.293 µg/g (Cu), 68,669 µg/g (Zn) respectively. Simple linear regression analysis indicates positive correlation between metals content sea water and in sediment with Y = 10,39+55,48X (r = 0,237) Pb ; Y = 14,00 +139,6X (r = 0,338) Cu, and indicates negative correlation between metals content sea water and in sediment with Y = 68,77 – 0,812X (r = 0,009) Zn.

Key Word :Heavy Metal, Water, Sediment, Loskala River Estuary


PENDAHULUAN

Wilayah pesisir juga kerap mendapat tekanan ekologis berupa pencemar yang bersumber dari aktifitas manusia. Melimpahnya bahan pencemar tersebut di wilayah pesisir merupakan ancaman yang serius terhadap kelestarian perikanan laut. Menurut Dahuri (1996) akumulasi limbah yang terjadi di wilayah pesisir, terutama diakibatkan oleh tingginya kepadatan populasi penduduk dan aktifitas industri. Kondisi seperti ini disinyalir juga terjadi di perairan Muara Sungai Loskala Kecamatan Banda Sakti Kota Lhokseumawe.

Bahan pencemar termasuk logam berat, yang masuk ke Muara Sungai dan estuari akan tersebar dan akan mengalami proses pengendapan, sehingga terjadi penyebaran zat pencemar pada air, sedimen dan organisme. Besar kecilnya nilai kisaran dari parameter terukur tergantung dari volume air pengencer, toksisitas/intensitas bahan pencemar, iklim, kedalaman, arus, topografi dan geografi, sehingga terjadi perubahan sifat fisik, kimia dan biologi dan ketiganya akan saling berinteraksi. Apabila salah satu faktor terganggu atau mengalami perubahan maka akan berdampak pada ekologi perairan (tercemar di dasar perairan akan memberikan dampak terakumulasinya bahan pencemar dalam tubuh organisme melalui rantai makanan. Tiram (Crassostrea cucullata) salah satu jenis moluska dari klas bivalva yang hidup di dasar perairan Muara (Rochyantun et al., 2006).


Teks Lengkap:

PDF

Referensi


DAFTAR PUSTAKA

Amin, B., 2001. Akumulasi dan Distribusi Logam Berat Pb dan Cu pada Mangrove (Avicennia marina) di Perairan Pantai Dumai, Riau. Jurnal Natur Indonesia. Vol 4(1) ha! :80-86.

Dahuri, 1996. Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Lautan Secara Terpadu. Pradnya Paramita. Jakarta

Darmono, 2001. Lingkungan Hidup dan Pencemaran, Hubungan dengan Toksikologi Senyawa Logam. Universitas Indonesia Press, Jakarta. 167 hal.

Hamzah, F. dan A. Setiawan, 2010. Akumulasi Logam Berat Pb, Cu, Dan Zn Di Hutan Mangrove Muara Angke, Jakarta Utara. Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis, Vol. 2, No. 2, Hal. 41-52, Ikatan Sarjana Oseanologi Indonesia dan Departemen Ilmu dan Teknologi Kelautan, FPIK-IPB. Bogor.

Hutagalung, H.P. 1993. Pencemaran Logam Berat dan Analisa Logam Berat. Kerjasama antara UNESCO/UNDP, P3OLIPI dan Universitas Riau Puslit UNRI, Pekanbaru. 15 hal.

Long, E.R., D.D. Mac Donald, S.C. Smith dan F.D. Calder, 1995. Incident of Adverse Biological Effects within Ranges of Chemical Concentration 1 Marine and Estuarine Sediment. Environmental Management 19(1): 81-97.

Mance, G. 1987. Pollution Threat of Heavy Metals in Aquatic Environments. Elsevier Applied Science. England. 372 hal.

Menteri Negara Kependudukan dan Lingkungan Hidup. 2004. Surat Keputusan Nomor: Kep. 51/MEN-KLH/II/2004 Tentang Pedoman Penetapan Baku Air Laut untuk Biota Laut. Sektetariat Menteri Negara Kependudukan dan Lingkungan Hidup. Jakarta 51 ha

Palar, H., 2004. Pencemaran dan Toksikologi Logam Berat. Rineka Cipta, Jakarta. 152 hal.

Razak, H. 1987. Petunjuk cara pengambilan contoh dan metode analisis logam berat. Jakarta. LON– LIPI.

Rochyatun, E., Kaisupy, T dan Rozak, A., 2006. Distribusi Logam Berat dalam air dan Sedimen di Perairan Muara Sungai Cisadane. Jurnal Makara. Vol. 10 (1) hal : 35-40.

Salomons, W. dan U. Forstner, 1984. Metals in the Hydrocycle. Springer-Verlag, Berlin. Heidelberg, New York. Pp 349.

Waldichuck, M., 1974. Some biological concern in metal pollution in F.S. Venverg and Venberg (ads). Pollution and Physioplogy of Marine Organism. London. P1-15


Refbacks

  • »